Sabtu, 20 Oktober 2018

Gerakan pengendalian hama padi

Kegiatan di BPP Galur saat ini masih disibukkan dengan gerdal atau gerakan pengendalian, gerdal opt padi musim ini sangat dianjurkan karena pengalaman dari tahun lalu, serangan hama wereng sangat merugikan petani.
Gerakan pengendalian OPT padi hari Jumat, 19 Oktober 2018 dilaksanakan di 2 titik di wilayah BPP Galur, yaitu lahan Kelompok Tani Jati Makmur Desa Banaran dan bulak jeronan yang termasuk dalam KT Sedyo maju Brosot. Pelaksanaan Gerdal dimulai pukul 06. 30 WIB. Alhamdulillah kegiatan ini mendapat tanggapan yang sangat baik dari petani. Hal ini dapat dilihat dari jumlah kehadiran yang cukup banyak sekitar 30 - 40 orang di tiap kelompoknya. Babinsa dan Kades Banaran beserta stafnya pun turut hadir dalam gerdal kali ini. Populasi wereng di lahan sawah sebenarnya belum terlalu banyak, namun pencegahan dan pengendalian sejak dini lebih bijaksana untuk hasil panen padi yang lebih baik.
Pengendalian hama padi menggunakan beberapa agens hayati meliputi jamur beveria bassiana, paeny bassilus, serta pgpr. Agens hayati beveria bassiana dapat mengendalikan hama wereng dan walang sangit, paeny bassilus untuk mencegah adanya serangan jamur blb atau kresek sedangkan pgpr bertujuan untuk mendorong pertumbuhan tanaman yang lebih baik. Gerdal diakhiri pada pukul 09.00 WIBB.

Kamis, 18 Oktober 2018

Penanaman Refugia oleh KWT Mekar Sari

Peran kelompok wanita tani (KWT) dalam dunia pertanian sangat diharapkan. Seperti yang dilaksanakan oleh KWT Mekar Sari Desa Pandowan Kecamatan Galur, bergotong royong menanam tanaman refugia di lahan Desa Pandowan Galur pada sore hari tanggal 18 Oktober 2018. Disela sela kesibukan sebagai ibu rumah tangga, ibu-ibu Kwt tetap semangat melestarikan pertanian ramah lingkungan dengan menanam tanaman refugia. Jenis tanaman refugia yang ditanam beragam, antara lain bunga kertas, bunga kenikir, bunga matahari, tanaman kedelai, bunga jengger ayam.Disamping memperindah lahan Fungsi tanaman refugia adalah sebagai penghasil sumber makanan bagi musuh alami, warna bunga yang mencolok disukai serangga hama sehingga sebagai pengalih perhatian serangga hama. Ibu-ibu KWT Mekar sari aktif dalam bergotong royong, selain menanam tanaman refugia, KWT menanam sayuran di pekarangan (KRPL), membuat PGPR, Coryne bakteri untuk mendukung budidaya tanaman sehat. Dengan didampingi petugas POPT, Ppl BPP kecamatan Galur mereka semangat melaksanakan kegiatan tersebut. Dengan melestarikan musuh alami, diharapkan pertanian tetap berkelanjutan.

Koordinasi Gerakan Pengendalian Hama Padi

Hari ini di BPP Galur mengadakan Pertemuan Koordinasi Gerakan Pengendalian (Gerdal) OPT Tanaman Padi TA 2018 di Kelompok Tani Sri Rahayu 3 Tirtorahayu.
Dihadiri dari :
1. BPTP DIY
2. Laboratorium BPTP DIY
3. Dinas Pertanian dan Pangan KP
4. Koordinator POPT KP
5. Camat Galur
6. Babinsa
7. Desa Tirtorahayu
8. Tim BPP Galur
9. RPT Binangun
10. Anggota KT Sri Rahayu  III
Dalam pertemuan ini diinformasikan bahwa Dinas Pertanian DIY melalui BPTP DIY akan memfasilitasi gerakan pengendalian OPT padi dengan menggunakan agensia hayati untuk KT Sri Rahayu 3.
Gerdal akan dilaksanakan Hari Selasa, 23 Oktober 2018 jam 14.00 WIB sampai dengan selesai di Bulak Suwates Desa Tirtorahayu.
Kepala Laboratorium BPTP mengungkapkan bahwa agensia hayati termasuk jenis musuh alami dari golongan pathogen.cara kerja Agensia hayati jenis  jamur yaitu beveria bassiana masuk ke dalam tubuh serangga hama dengan cara memberi penyakit pada tubuh serangga, sehingga mati secara perlahan. Agensia ini ramah lingkungan, tidak merugikan jenis musuh alami dari golongan predator. Untuk melestarikan musuh alami, diharapkan di lahan sawah ditanami tanaman refugia, yang mana bahan pangan musuh alami dari golongan predator bisa didapat dari tanaman refugia.
Gerakan Pengendalian Hama Padi dengan Agen Hayati
Pengendalian organisme pengganggu tanaman tidak hanya  dengan bahan kimia. Seperti yang dilaksanakan kelompok tani Bina Tani I di dusun 1 desa Nomporejo kecamatan Galur pada hari Rabu, 17 Oktober 2018, Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Padi dengan menggunakan agensia hayati seperti Beveria bassiana, PGPR, Paeny. Tujuan gerakan pengendalian untuk menanggulangi hama wereng punggung putih dengan populasi 1 ekor per rumpun. Pengendalian dilakukan pada tanaman padi umur 15-25 hst varitas Ciherang, situ bagendit seluas 12 ha. Masyarakat petani sangat antusias dalam gerakan ini, dengan didampingi Popt, P2D, PPL, PPL thl, Babinsa.

Selasa, 16 Oktober 2018


Panen jagung perbenihan. Kelompok Tani sido rukun desa Karang sewu Kecamatana Galur mulai melakukan panen jagung untuk perbenihan sejak kemarin. Lokasi perbenihan di bulak candi dengan luasan 3 ha. Program ini merupakan kemitraan dengan PT Bisi. Salah satu kunci utama keberhasilan dalam budidaya jagung untuk perbenihan adalah pada saat menanam harus sesuai dengan teknologi budidaya jagung yang baik, misalnya kebutuhan air harus tercukupi yang kebanyakan petani di Galur ketika musim palawija sangat kekurangan air.
Dari hasil sampling untuk setiap 100 ru (sekitar 1400 meter persegi) menghasilkan 1250 kg setara dengan 4,25 jt. Hasil ini lebih menguntungkan dibandingkan dengan budidaya kedelai yg rata-rata menghasilkan 2,4 jt (Admin.glr)

Senin, 15 Oktober 2018

INVENTARISASI ALSINTAN


Rapat koordinasi inventarisasi alsintan di bpp Galur. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah mendata dan mengkoordinir kelompok (gapoktan, poktan, p3a) supaya dapat mengoptimalkan penggunaan alsintan di wilayahnya. Acara dihadiri dari UPT penyuluhan pertanian kabupaten Kulon progo serta petugas bpp Galur dan 31 poktan, gapoktan dan p3a. Alsintan yang belum dioperasionalkan akan direalokasi, namun akan dimusyawarahkan terlebih dahulu ditingkat desa.
Output yang diharapkan dari kegiatan ini yaitu adanya catatan administrasi alsintan ditiap kelompok dan dibentuknya UPJA  dilengkapi kepengurusan yang jelas besertanya AD/ART.

Jumat, 27 Oktober 2017

Waspada Wereng Wilayah Kecamatan Galur

Iklim yang ekstrim berefek pada perkembangan hama terutama kutu-kutuan dan ulat lebih cepat. Musim tanam padi di Galur saat ini sangat rawan akan serangan hama wereng. Pengendalian sejak awal akan lebih efektif dibanding bila penyemprotan setelah terjadi serangan. Pengendalian sejak awal dilakukan dengan menggunakan agens hayati untuk menekan pertumbuhan populasi wereng.
Gerakan pengendalian wereng yang dilaksanakan pada hari Jumat 27 Oktober 2017 meliputi 7 kelompok tani yang ada di wilayah kecamatan Galur, diantaranya Ngudi Rukun Pandowan, Sido Makmur 2 dan Sido Makmur 3 Tirtorahayu yang menggunakan agens hayati (PGPR, jamur beveria bassiana, dan paeni bactery) yang dilarutkan dengan air dalam penyemprotan. 4 kelompok tani yang lain yaitu Sedyo Maju, Mersudi makmur, Pulo sari ketiganya merupakan wilayah desa Brosot dan Tunas mekar desa Pandowan melaksanakan penyemprotan dengan menggunakan pestisida kimia dengan pertimbangan ambang serangan.
Selama 4 hari berturut-turut sebelumnya juga telah dilaksanakan gerakan pengendalian di 6 titik kelompok tani di daerah Banaran, Nomporejo dan Kranggan.
Tips-tips mencegah/ pengendalian OPT(wereng):
  1. Menggunakan varietas tahan wereng/ varietas unggul baru
  2. Pelestarian musuh alami
  3. Penyiangan
  4. Irigasi berselang (kadang dikeringkan)
  5. Pemupukan berimbang
  6. Pengamatan rutin





posting by Miroh