Selasa, 28 Februari 2017

PENGELOLAAN LAHAN

by Anang Sucahyo


Lahan kritis dapat didefinisikan sebagai lahan yang telah mengalami kerusakan sehingga berkurang fungsinya sampai pada batas yang ditentukan atau diharapkan. Fungsi yang dimaksud pada  defenisi tersebut adalah fungsi produksi dan fungsi tata airnya. Fungsi produksi berkaitan dengan fungsi tanah sebagai sumber unsur hara bagi tumbuhan dan fungsi tata air berkaitan dengan fungsi tanah sebagai tempat berjangkarnya akar dan menyimpan air tanah.
Adapun faktor–faktor yang menyebabkan terjadinya lahan kritis adalah :
  • Terjadinya longsor dan letusan gunung berapi.
  • Penebangan liar (illegal logging).
  • Kebakaran hutan.
  • Pemanfaatan sumber daya hutan yang tidak berasaskan kelestarian.
  • Penataan zonasi kawasan belum berjalan.
  • Pola pengelolaan lahan tidak konservatif.
  • Pengalihan status lahan (berbagai kepentingan).
Persebaran Lahan Kritis
Lahan kritis di Indonesia pada akhir Pelita VI (awal tahun 1999/2000) cukup luas yaitu sekitar 23,2 juta ha, yang terdapat dalam kawasan hutan 8,1 juta ha dan di luar kawasan hutan 15,1 juta ha. Lahan kritis umumnya terdapat di daerah pegunungan atau di daerah aliran sungai (DAS) bagian hulu, dengan ciri utama antara lain lahan berlereng terjal, tanpa atau sedikit vegetasi penutup tanah (gundul), adanya tanda-tanda lahan telah tererosi, dan tanah berwarna merah karena lapisan atasnya telah tererosi.
Reklamasi Lahan Kritis
  • Upaya untuk mereklamasi atau mengelola lahan – lahan kritis harus dipertimbangkan dahulu tingkat kerusakan yang terjadi pada lahan tersebut. Reklamasi lahan–lahan kritis dapat dilakukan dengan penanaman tanaman penghijauan, yaitu secara teknis lahan kritis tidak dapat diolah untuk tujuan usaha pertanian tanaman semusim dan harus dikelola dengan melakukan penghijauan dengan menanam tanaman tahunan.  Lahan kritis digunakan sebagai lahan tangkapan air dan digunakan sebagai perlindungan mata air.
  • Upaya reklamasi lainnya yang dapat dilakukan dengan sistem penanaman jalur penyekat yaitu guna mempersiapkan suatu kondisi awal dalam usaha pengembangan pertanian ataupun usaha perkebunan di lahan yang bervegatasi alang – alang. Areal ini kelak akan dapat dimanfaatkan untuk perkebunan yang bebas dari erosi dan kerusakan lainnya.
  • Sistem reklamasi lainnya dengan pembuatan teras. Tujuan dari pembuatan teras untuk mengurangi kecepatan aliran air permukaan sehingga mengurangi terjadinya erosi.
Solusi alternatif  lain untuk mencegah terjadinya lahan kritis
  • 1. Mengurangi dilakukannya eksploitasi hutan.
  • 2. Tindakan yang tegas terhadap pembukaan area untuk kegiatan apapun  di kawasan hutan lindung.
  • 3. Melakukan penghijauan yang intensif pada kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan yang teridentifikasi sebagai lahan kritis.
  • 4. Menghindari meluasnya alih fungsi lahan untuk perkebunan kelapa sawit.
  • 5. Mengambil tindakan yang tegas terhadap perusahaan tambang batubara yang  mengabaikan reklamasi dan revegetasi.
  • 6. Tidak memberikan perijinan kuasa penambangan batubara yang baru.
  • 7. Harus ada sanksi tegas bagi masyarakat yang membuang sampah di sungai-sungai.
  • 8. Melakukan kampanye besar-besaran pelestarian lingkungan.
  • 9. Penyebaran leaflet himbauan untuk tidak membakar hutan dan lahan, serta pelestarian hutan tropis.
  • 10. Penyebaran VCD dampak kerusakan lingkungan terhadap manusi dan lingkungannya.
Kesimpulan
  • Faktor-faktor penyebab terjadinya banjir dan kekeringan/ kebakaran  di masing–masing daerah berdasarkan analisis data perubahan penutupan lahan dan iklim disebabkan oleh semakin luasnya lahan kritis akibat pembalakan hutan secara besar-besaran dan pembukaan lahan  untuk perkebunan dan pertambangan, yang berakibat semakin luasnya padang alang-alang dan semak belukar. Lahan  seperti ini sangat kecil resistensinya dalam menahan air pada musim hujan dan kekeringan pada saat musim kemarau panjang yang berdampak pada kebakaran hutan.
  • Terjadinya lahan kritis dapat menyebabkan kerusakan fisik, kimia, dan biologi tanah.
  • Perlu adanya upaya dan solusi untuk mengurangi lahan kritis pada masing–masing daerah yaitu melakukan reklamasi dengan membuat tanaman penghijauan, penanaman tanaman semusim, dan pembuatan teras.
Referensi: www.gerbangpertanian.com

MANAJEMEN PEMASARAN

by Anang Sucahyo


PENGERTIAN MANAJEMEN
Definisi manajemen menurut beberapa ahli:
1.    Manajemen sebagai Suatu Seni dalam menyelesaikan suatu pekerjaan melalui orang lain (Mary Parker Follet)
2.    Manajemen sebagai suatu ilmu pengetahuan yang berusaha secara Sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerjasama untuk mencapai tujuan (Luther Gulick)
3.    Manajemen sebagai sutu Proses yang meliputi proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengawasan dari kegiatan-kegiatan anggota organisasi (James A.F. Stoner)
Dari ketiga pengertian, dapat ditarik kesimpulan bahwa unsure-unsur yang terkandung dalam manajemen adalah:
1. Ilmu dan seni             
a.Sebagai Ilmu  dapat dipelajari oleh siapapun yang meinginkan.
b.    Sebagai Seni penerapan manajemen akan bervariasi dari satu individu dengan individu lain    serta situasi yang satu dengan yang lain.
2.Tujuan
Manajemen selalu mempunyai tujuan yang merupakan sasaran yang ingin dicapai melalui kegiatan yang diatur dalam manajemen.
Untuk mencapai tujuan manajemen menggunakan berbagai sumber dan factor produksi tentunya dengan cara yang efektif dan efisien.faktor produksi tersebut adalah 6 M yaitu: Men, Money, Materials, Mechanics, Methodes, Market.
3.Kelompok manusia
Manajemen tidak dapat dilaksanakan oleh hanya satu orang, oleh karena itu manajemen harus dapat menggerakkan sekelompok orang, hal ini sulit karena setiap individu memiliki motif, emosi, serta kepentingan yang berbeda.
4.Proses atau Fungsi
Fungsi Manajemen:
1.Perencanaan
2.Pengaturan / Pengorganisasian
3.Pelaksanaan / Pengarahan
4.Pengawasan / Pengendalian


PENGERTIAN PEMASARAN
Pemasaran dalam penafsiran sempit merupakan hasil prestasi kerja kegiatan usaha yang berkaitan dengan mengalirnya barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Dalam hal ini mereka menekankan produk apa yang dihasilkan, bukan produk apa yang dapat dipasarkan. Pengertian lain Pemasaran adalah usaha untuk menyediakan dan menyampaikan barang dan jasa yang tepat kepada orang yang tepat , pada tempat dan waktu serta harga yang tepat, dengan promosi dan komunikasi yang tepat.
Pemasaran sebagai kegiatan usaha manusia yang diarahkan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. Nilai pemasaran ditentukan oleh:
  1. Kegunaan waktu
  2. Kegunaan bentuk
  3. Kegunaan tempat
  4. Kegunaan hak milik
PERKEMBANGAN MANAJEMEN PEMASARAN
   Kegiatan pemasaran berkembang sejak adanya kebutuhan manusia dan usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia itu melalui pertukaran. Pada awalnya manajemen pemasaran berorientasi pada produksi karena semua barang yang diproduksi dapat terjual, kemudian tahap berikutnya berorientasi pada penjualan dalam hal ini utamanya bagaimana barang yang dihasilkan dapat dijual sehingga target penjualan dapat dicapai. Pada era sekarang ini manajemen pemasaran berorientasi pada penekanan usaha orientasi konsumen / pasar. Oleh karena itu sangat diperlukan  peranan strategi pemasaran. Selain merincikan strategi dalam rencananya juga mengadakan penalaran yang lebih mantap dalam menetapkan pilihan terhadap strategi tersebut.
STRATEGI PEMASARAN
Strategi Pemasaran Merupakan rencana menyeluruh, terpadu, dan menyatu dibidang pemasaran yang memberikan panduan tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya tujuan pemasaran. 
Pengertian lain strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan dan aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran perusahaan dari waktu ke waktu pada masing-masing tingkatandan acuan serta alokasinya, terutama strategi tanggapan perusahaan dalam menghadapi lingkungan dan keadaan persaingan yang selalu berubah. Oleh karena itu penentuan strategi pemasaran harus didasarkan atas analisa lingkungan dan internal perusahaan melalui analisis keunggulan dan kelemahan perusahaan, serta analisa kesempatan dan ancaman yang dihadapi perusahaan dari lingkungannya. Disamping itu strategi pemasaran yang dijalankan harus dinilai kembali apakah masih sesuai dengan keadaan / kondisi saat ini, evaluasi ini menggunakan analisa keunggulan, kelemahan, kesempatan dan ancaman. Hasil penilaian ini digunakan sebagai dasar apakah strategi yang dilaksanakan perlu dirubah atau tidak dan sekaligus sebagai landasan untuk menyusun / menentukan strategi yang akan dijalankan pada masa yang akan datang.
Faktor lingkungan yang perlu dianalisa dalam penyusunan strategi pemasaran:
1.    Keadaan pasar / Persaingan
2.    Perkembangan Teknologi
3.    Keadaan Ekonomi
4.    Peraturan dan Kebijakan Pemerintah
5.    Keadaan Sosial Budaya
6.    Politik
Faktor internal dari perusahaan / kelompok yang perlu dianalisa dalam penyusunan strategi pemasaran :
1.    Keuangan
2.    Pembelanjaan
3.    Pemasaran Produksi
4.    Organisasi
5.    Sumber Daya Manusia


Faktor internal bidang pemasaran yang perlu dianalisa dalam strategi pemasaran
1.    Produksi
2.    Harga
3.    Penyaluran / Distribusi
4.    Promosi
5.    Pelayanan

PELUANG USAHA
            Prinsip dasar agribisnis yang berusaha merubah perilaku, pola pikir, dan sikap petani dari petani subsisten tradisional menjadi petani modern berwawasan agribisnis adalah :
1.    Diawali dari pasar (demand), artinya petani disarankan untuk mengidentifikasi peluang pasar, mengusahakan komoditas yang dibutuhkan oleh pasar dan mengatur keseimbangan antara pasokan (supply) dengan permintaan (demand).
2.    Pemilihan komoditas harus menguntungkan dan komparabel, artinya didukung dengan penghitungan finansial yang cermat sehingga dapat dibandingkan (komparabel) dengan pelaku sejenis.
6.    Kepercayaan jangka panjang konsumen harus dijaga (konsumen adalah raja), artinya relasi dengan konsumen/pelanggan harus tetap dijaga agar saling menguntungkan.
7.    Membangun daya saing, artinya dengan meningkatnya daya saing akan dicapai kemandirian, sehingga mampu berkompetisi dengan produksi barang sejenis dari negara lain.
  1. Komitmen/kontrak kerja harus dijaga, artinya hak dan kewajiban yang telah terikat dalam kesepakatan/perjanjian kerja sama harus dilaksanakan dan dijaga bersama.
Sub pokok bahasan ini membahas apakah prospek pemasaran memberikan gambaran yang cukup cerah.  Apakah ada peluang usaha dan berapa besarnya, sehingga rencana penjualan dan perolehan keuntungan dapat diproyeksikan dengan realistis. Dalam aspek ini sekaligus menganalisis kecenderungan-kecenderungan apa saja yang mempengaruhi pasar, besarnya permintaan dan penawaran serta kecenderungannya harus diperkirakan secara cermat.  Dari hasil kajian pasar dapat diharapkan beroperasi secara sehat apabila produk yang diperdagangkan mampu mendapat tempat di pasaran.
Permintaan
Total permintaan (demand) atas suatu produk tertentu, diperoleh dari hasil riset pasar atas sesuatu kebutuhan akan produk tertentu di suatu wilayah pasar tertentu. Dapat dihitung dengan berbagai pendekatan, salah satunya dengan mengetahui populasi di wilayah tersebut dan mengetahui konsumsi per kapita.
berbagai pendekatan, salah satunya dengan mengetahui populasi di wilayah tersebut dan mengetahui konsumsi per kapita.
Untuk mengetahui besarnya permintaan dari produk yang dipasarkan tidak terlepas dari pemilihan lokasi yang telah dipertimbangkan sebelum memulai usaha. Untuk menghitung besarnya permintaan pasar dapat digunakan dengan metode time series beberapa tahun, sehingga dapat diketahui besarnya permintaan pasar apakah stabil, meningkat atau turun. Setiap ramalan didasarkan atas perhitungan dan asumsi lingkungan serta kondisi pasaran.
Penawaran
Total penawaran (supply) atas suatu produk tertentu diperoleh dari hasil riset pasar atas total produksi produk tertentu yang dihasilkan oleh para produsen di suatu wilayah pasar tertentu. Dapat dihitung dengan berbagai pendekatan, salah satunya dengan menjumlahkan produksi yang dihasilkan oleh para produsen yang ada. Untuk mengetahui besarnya penawaran dapat berasal dan kemampuan/ kapasitas perusahaan itu sendiri maupun dari tempat lain. Dalam memproyeksi-kannya dapat digunakan beberapa metode ramalan, yaitu dengan menghitung kapasitas yang bersangkutan. Pengalaman masa lalu, kekajaman/kepekaan untuk melihat situasi yang akan datang sangat berpengaruh dalam memproyeksikan penawaran.
Market Space dan Market Share
Market space adalah selisih antara besarnya permintaan dan penawaran (ruang gerak/kesempatan untuk masuk pasar), sedangkan market share adalah bagian dari market space yang dapat diisi oleh bisnis yang direncanakan.
Selanjutnya perlu mengetahui jumlah permintaan yang sesungguhnya dan berapa bagian yang dapat dipenuhi (pangsa pasarnya).  Untuk mengetahui hal tersebut berarti harus mengetahui berapa kemampuan usaha sejenis dalam memenuhi kebutuhan pasar (kemampuan pesaing).
Hasil Analisis permintaan (demand) dan Analisis penawaran (supply) bila digabungkan akan dapat digunakan untuk mengetahui ada tidaknya peluang usaha atas produk bersangkutan.
Ada 3 kemungkinan hasil :
Permintaan > Penawaran  : Peluang Terbuka
Permintaan = Penawaran : Peluang Terbatas
Permintaan < Penawaran : Tidak ada Peluang

Pesaing
Bagian yang sangat penting dalam penelitian pasar yaitu menjajagi pesaing-pesaing yang ada.  Keberadaan pesaing bukan berarti menjadi lawan bisnis, tetapi dianggap sebagai sumber informasi yang berharga. ldentifikasi perusahaan-perusahaan yang menjadi pesaing, tentang jumlah/potensinya, besarnya aset dan volume penjualan dari pesaing, apakah rencana bisnis kita akan menyaingi perusahaan-perusahaan yang sama.  Jika aset dan volume penjualan pesaing tidak dapat diketahui, dicoba untuk mengetahui kekuatan pesaing dengan cara lain, misalnya jumlah tenaga kerjanya atau jumlah cabang-cabangnya.




 
 
Referensi: www.gerbangpertanian.com